Apa Itu 'COVID-22'? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Pelajar

 

Jakarta - Jagat media sosial sempat dibuat ramai dengan munculnya istilah COVID-22. Tidak sedikit yang menafsirkan istilah tersebut dengan munculnya virus Corona tahun 2022. Berikut fakta tentang COVID-22.

Istilah COVID-22 pertama kali digunakan oleh Prof Sai Reddy, seorang ilmuwan dari Universitas ETH Zurich. Sai Reddy adalah Associate Professor Sistem dan Imunologi Sintetis di ETH Zurich di Departemen Ilmu & Teknik Biosistem (D-BSSE, Basel, Swiss).

Dilansir dari situs ETH Zurich, dia adalah peneliti utama dari Laboratorium Sistem dan Imunologi Sintetis. Sistem imunologi menggunakan pengukuran kuantitatif, biologi komputasi dan pembelajaran mesin untuk menggambarkan dan memahami kompleksitas sistem kekebalan tubuh.

Dalam sebuah wawancara tentang pandemi dengan surat kabar berbahasa Jerman di Swiss, Blick, Prof Reddy sempat menggunakan istilah COVID-22 dalam menanggapi fase pandemi berikutnya.

Berawal dari tanggapan terhadap program vaksinasi dan munculnya varian Delta yang menular, Prof Reddy mengatakan bahwa hal ini bukan lagi COVID-19. Dia akan menyebutnya sebagai COVID-21. Lalu, dia mengatakan fase pandemi yang membuat beberapa varian seperti Betta atau Gamma dan Delta yang bermutasi merupakan masalah besar di tahun yang akan datang, seperti dilansir detikHealth.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar